KOMPAS/HERU SRI KUMORO / Kompas Images Bangunan yang rencananya untuk pabrik PT Alpha Kayu Lapis di Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, roboh, Kamis (11/9). Bangunan yang roboh sekitar pukul 14.00 itu menewaskan lima pekerja dan melukai 12 orang lainnya. Belum diketahui penyebab robohnya bangunan yang baru dikerjakan sekitar dua bulan itu. |
Sukoharjo, Kompas - Lima pekerja bangunan tewas akibat tertimpa bangunan yang runtuh, Kamis (11/9) pukul 14.00, saat mengerjakan proyek pembangunan pabrik milik PT Alpha Kayu Lapis di Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Selain korban tewas, 12 pekerja mengalami lukaluka dan harus dirawat di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Karanganyar.
Peristiwa itu terjadi di proyek pembangunan pabrik di lahan seluas sekitar delapan hektar. Saat itu sekitar 200 pekerja baru saja melanjutkan pekerjaan setelah beristirahat pada siang hari.
Tiba-tiba konstruksi baja untuk bagian atap bangunan tersebut ambruk, diikuti dinding bangunan. Konstruksi baja yang dipasang di bangunan dengan lebar sekitar 80 meter dan panjang sekitar 55 meter itu ambruk ke arah tengah bangunan menarik tembok. Panjang atap bangunan direncanakan 200 meter.
Melihat kejadian itu, para pekerja, terutama yang sedang memplester tembok bangunan yang tingginya sekitar 10 meter, berusaha menyelamatkan diri. Pekerja yang berada di tempat ketinggian sempat meloncat, tetapi 17 pekerja tidak bisa menghindar sehingga tertimpa bangunan yang ambruk.
”Peristiwanya berlangsung cepat. Kami sama sekali tidak menyangka. Sebelumnya, angin bertiup kencang dari arah selatan. Baja langsung runtuh,” ujar Sukadi (40), wakil mandor proyek.
Di antara lima korban tewas, seorang meninggal di tempat kejadian, tiga dalam perjalanan ke RS, dan seorang lagi meninggal saat di rumah sakit. Korban luka dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Karanganyar. Menurut dokter di rumah sakit itu, Handayani Tri, korban meninggal karena trauma di kepala dan perut.
Beberapa korban luka ketika ditemui di RSU PKU Muhammadiyah menyatakan tidak menduga muncul kejadian itu. Namun, sebagian menyatakan sudah merasa khawatir melihat konstruksi baja yang rentangnya terlalu panjang, sementara tiang pancang terlihat kurang kokoh.
Kepala Polres Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Yudawan Roswinarso menyatakan, pihaknya langsung ke tempat kejadian melakukan evakuasi korban dan menutup lokasi itu. ”Analisis sementara, bangunan konstruksi tidak mampu menahan beban. Apakah penyebabnya konstruksi baja atau tiang bangunan, kami belum tahu. Ini akan didalami bersama jasa konstruksi yang paham soal bangunan,” ujarnya. (SON/KUM)
No comments:
Post a Comment